Dunia Semakin Hijau, Tetapi Hati Jangan Sampai Menjadi Lalai
Kita hidup di zaman yang penuh kemudahan. Teknologi berkembang pesat, kebutuhan hidup semakin mudah diperoleh, dan berbagai fasilitas dunia semakin lengkap.
Dunia tampak semakin hijau dan indah.
Namun di balik keindahan itu, ada kenyataan yang patut direnungkan. Semakin banyak manusia yang sibuk mengejar dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya.
Anak-anak mulai jarang bersilaturahim kepada orang tua. Banyak yang lebih mengenal kabar orang lain daripada mengetahui keadaan ayah dan ibunya sendiri. Waktu habis untuk urusan pekerjaan, bisnis, hiburan, dan media sosial, sementara waktu untuk keluarga dan ibadah semakin sedikit.
Lebih dari itu, banyak manusia yang melupakan Allah سبحانه وتعالى, Sang Pencipta yang telah memberikan seluruh nikmat yang mereka rasakan.
Padahal Allah berfirman:
وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ
"Dan segala nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah datangnya."
(QS. An-Nahl: 53)
Rumah yang nyaman, kesehatan, keluarga, harta, jabatan, bahkan napas yang kita hirup saat ini semuanya adalah karunia Allah.
Sungguh mengherankan apabila manusia menikmati nikmat-Nya, tetapi melupakan Dzat yang memberi nikmat tersebut.
Mukena Dewasa Katun Mikro Laser Cut 2in1 Zenia
Nyaman dipakai, bahan lembut, desain elegan dan praktis untuk ibadah sehari-hari.
Lihat ProdukMukena Traveling Mini Pouch 2in1
Praktis dibawa bepergian, sudah termasuk tas dan sejadah mini.
Lihat ProdukHampers Mukena Box
Cocok untuk hadiah pernikahan, ulang tahun, kelulusan dan berbagai acara spesial.
Lihat ProdukMukena Katun Mikro Laser Cut Premium
Bahan adem, ringan, nyaman digunakan untuk aktivitas ibadah sehari-hari.
Lihat ProdukKelalaian yang Sering Tidak Disadari
Banyak orang mengira dirinya baik-baik saja karena masih bekerja, masih beribadah sesekali, dan masih menjalani kehidupan sebagaimana biasanya.
Padahal salah satu penyakit hati yang paling berbahaya adalah ghaflah, yaitu kelalaian terhadap Allah dan kehidupan akhirat.
Allah berfirman:
اقْتَرَبَ لِلنَّاسِ حِسَابُهُمْ وَهُمْ فِي غَفْلَةٍ مُعْرِضُونَ
"Telah dekat kepada manusia hari perhitungan mereka, sedangkan mereka berada dalam kelalaian dan berpaling."
(QS. Al-Anbiya: 1)
Kelalaian tidak selalu berarti meninggalkan agama secara total.
Kadang seseorang masih melaksanakan shalat, tetapi hatinya lebih sibuk memikirkan dunia.
Masih membaca Al-Qur'an, tetapi tidak berusaha mengamalkan isinya.
Masih menghadiri kajian, tetapi nasihat yang didengar tidak lagi menggugah hati.
Inilah bentuk kelalaian yang harus selalu kita waspadai.
Anak yang Melupakan Orang Tuanya
Salah satu fenomena yang semakin sering terlihat adalah renggangnya hubungan antara anak dan orang tua.
Padahal setelah memerintahkan manusia untuk menyembah-Nya, Allah langsung memerintahkan agar berbuat baik kepada kedua orang tua.
Allah berfirman:
وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا
"Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua."
(QS. Al-Isra': 23)
Betapa banyak anak yang mampu menghabiskan waktu berjam-jam di depan layar telepon genggam, tetapi merasa berat meluangkan beberapa menit untuk menelepon orang tuanya.
Betapa banyak yang rela bepergian jauh demi urusan dunia, tetapi jarang mengunjungi ayah dan ibu yang telah membesarkannya dengan penuh kasih sayang.
Padahal keridhaan Allah sangat terkait dengan keridhaan kedua orang tua.
Rasulullah ﷺ bersabda:
رِضَا الرَّبِّ فِي رِضَا الْوَالِدِ وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ
"Keridhaan Allah berada pada keridhaan orang tua, dan kemurkaan Allah berada pada kemurkaan orang tua."
(HR. Tirmidzi)
Lebih Takut Kehilangan Dunia daripada Kehilangan Ridha Allah
Fenomena lain yang mengkhawatirkan adalah manusia lebih takut kehilangan dunia daripada kehilangan ridha Allah.
Takut kehilangan jabatan.
Takut kehilangan pelanggan.
Takut kehilangan harta.
Takut kehilangan popularitas.
Tetapi tidak takut kehilangan pahala.
Tidak takut kehilangan keberkahan.
Tidak takut kehilangan ridha Allah.
Padahal dunia hanyalah sementara.
Allah berfirman:
وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ
"Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya."
(QS. Ali Imran: 185)
Orang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utama hidupnya tidak akan pernah merasa puas.
Semakin banyak yang dimiliki, semakin banyak pula yang ingin dikejar.
Sedangkan orang yang menjadikan akhirat sebagai tujuan akan memperoleh ketenangan hati.
Motivasi Diri yang Menyentuh Hati: "Bilih Menyesal di Hadapan Allah"
Dalam kehidupan sehari-hari, kita memerlukan kalimat yang dapat mengingatkan diri ketika hawa nafsu mulai menguasai hati.
Salah satu kalimat yang sangat dalam maknanya adalah:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Dalam bahasa Sunda sering diungkapkan:
"Bisi engké kaduhung di payuneun Allah."
Kalimat sederhana ini mengandung hikmah yang besar.
Sebelum berbicara, ingatlah:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Sebelum menyakiti orang lain, ingatlah:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Sebelum meninggalkan shalat karena sibuk bekerja, ingatlah:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Sebelum memutus silaturahim dengan keluarga atau orang tua, ingatlah:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Kalimat ini bukan untuk membuat manusia putus asa, tetapi untuk membangunkan hati agar lebih berhati-hati dalam menjalani kehidupan.
Penyesalan yang Tidak Berguna
Penyesalan yang masih bermanfaat adalah penyesalan ketika seseorang masih hidup.
Dengan penyesalan itu, ia dapat bertaubat dan memperbaiki diri.
Namun penyesalan setelah kematian tidak lagi berguna.
Allah berfirman:
رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ
"Ya Tuhanku, kembalikanlah aku ke dunia agar aku dapat berbuat amal saleh yang dahulu aku tinggalkan."
(QS. Al-Mu'minun: 99-100)
Allah juga berfirman:
أَنْ تَقُولَ نَفْسٌ يَا حَسْرَتَىٰ عَلَىٰ مَا فَرَّطْتُ فِي جَنْبِ اللَّهِ
"Agar jangan ada yang berkata: 'Alangkah besarnya penyesalanku atas kelalaianku terhadap hak Allah.'"
(QS. Az-Zumar: 56)
Karena itu, sebelum melakukan sesuatu, biasakan bertanya kepada diri sendiri:
"Apakah perbuatan ini akan membuatku menyesal ketika berdiri di hadapan Allah?"
Kerendahan Hati Membuka Pintu Ibadah
Orang yang sering mengingat akhirat akan lebih mudah bersikap rendah hati.
Ia tidak mudah merasa paling benar.
Tidak mudah memandang rendah orang lain.
Tidak mudah membanggakan dirinya sendiri.
Ia sadar bahwa dirinya hanyalah seorang hamba yang penuh kekurangan dan sangat membutuhkan rahmat Allah.
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ لَا يُحِبُّ كُلَّ مُخْتَالٍ فَخُورٍ
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai setiap orang yang sombong dan membanggakan diri."
(QS. Luqman: 18)
Kerendahan hati membuat seseorang lebih mudah menerima nasihat, lebih mudah bertaubat, dan lebih mudah memperbaiki kesalahan.
Inilah salah satu kunci agar ibadah menjadi lebih lancar dan lebih khusyuk.
Dunia Akan Berakhir
Betapa pun indahnya dunia, semuanya akan berakhir.
Rumah yang megah akan ditinggalkan.
Kendaraan yang mahal akan ditinggalkan.
Jabatan akan ditinggalkan.
Harta akan ditinggalkan.
Bahkan tubuh yang saat ini kita banggakan suatu hari akan kembali menjadi tanah.
Allah berfirman:
كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ وَيَبْقَىٰ وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ
"Semua yang ada di bumi akan binasa, dan yang tetap kekal hanyalah Tuhanmu yang memiliki kebesaran dan kemuliaan."
(QS. Ar-Rahman: 26-27)
Karena itu, jangan sampai dunia yang sementara membuat kita melupakan kehidupan yang kekal.
Penutup
Saudaraku,
Dunia yang semakin hijau jangan sampai menghijaukan mata kita hingga lupa melihat akhirat.
Jangan sampai kesibukan membuat kita lupa kepada orang tua.
Jangan sampai kenikmatan membuat kita lupa kepada Allah.
Biasakan menanamkan dalam hati sebuah peringatan yang sederhana tetapi sangat dalam maknanya:
"Bilih menyesal di hadapan Allah."
Kalimat ini dapat menjadi penjaga hati ketika hawa nafsu mengajak kepada kelalaian.
Menjadi pengingat ketika dunia mulai menguasai pikiran.
Menjadi rem ketika kita hendak melakukan sesuatu yang tidak diridhai Allah.
Semoga Allah menjadikan kita termasuk hamba-hamba-Nya yang selalu mengingat akhirat, menghormati kedua orang tua, menjaga silaturahim, memperbanyak amal saleh, dan diwafatkan dalam keadaan husnul khatimah.
اللَّهُمَّ اجْعَلْنَا مِنَ الَّذِينَ يَذْكُرُونَكَ كَثِيرًا وَيَخَافُونَكَ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَلْقَوْنَكَ وَأَنْتَ رَاضٍ عَنْهُمْ
"Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang banyak mengingat-Mu, takut kepada-Mu dalam keadaan tersembunyi maupun terang-terangan, dan berjumpa dengan-Mu dalam keadaan Engkau ridha kepada mereka."
Mukena Dewasa Katun Mikro Laser Cut 2in1 Zenia
Nyaman dipakai, bahan lembut, desain elegan dan praktis untuk ibadah sehari-hari.
Lihat ProdukMukena Traveling Mini Pouch 2in1
Praktis dibawa bepergian, sudah termasuk tas dan sejadah mini.
Lihat ProdukHampers Mukena Box
Cocok untuk hadiah pernikahan, ulang tahun, kelulusan dan berbagai acara spesial.
Lihat ProdukMukena Katun Mikro Laser Cut Premium
Bahan adem, ringan, nyaman digunakan untuk aktivitas ibadah sehari-hari.
Lihat Produk
Comments
Post a Comment