Skip to main content

Berinfak Saat Lapang dan Sempit: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 195

 


Berinfak Saat Lapang dan Sempit: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 195

Firman Allah

وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ

"Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, serta berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195)

Pendahuluan

Hidup tidak selalu berada dalam keadaan yang sama. Ada masa lapang dan ada masa sempit. Ada saat rezeki terasa longgar, dan ada saat penghasilan terasa berkurang.

Ketika keadaan lapang, banyak orang mudah bersedekah dan membantu perjuangan agama Allah. Namun ketika keadaan berubah, sebagian mulai mengurangi bahkan menghentikan kebaikan yang dahulu biasa dilakukan.

Surah Al-Baqarah ayat 195 mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya tetap membela agama Allah sesuai kemampuannya, baik ketika lapang maupun sempit.

Asbabun Nuzul Ayat

Diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu 'anhu. Ketika kaum Muslimin sedang berperang melawan Romawi, ada seorang Muslim yang menerjang sendirian ke tengah pasukan musuh. Sebagian orang berkata:

"Ia telah menjatuhkan dirinya ke dalam kebinasaan."

Mendengar hal itu, Abu Ayyub Al-Anshari berkata:

"Kalian telah menafsirkan ayat ini tidak pada tempatnya. Ayat ini turun tentang kami kaum Anshar. Setelah Islam menjadi kuat dan banyak penolong, kami berkata: 'Mari kita urus harta dan kebun-kebun kami yang selama ini terbengkalai.' Maka Allah menurunkan ayat ini."

Beliau menjelaskan:

"Kebinasaan yang dimaksud adalah meninggalkan jihad dan sibuk mengurus dunia."

(HR. At-Tirmidzi dan Abu Dawud)

Riwayat ini menunjukkan bahwa yang dimaksud kebinasaan bukanlah keberanian menghadapi musuh. Kebinasaan yang sesungguhnya adalah ketika seseorang mulai mengurangi pengorbanannya di jalan Allah karena terlalu sibuk mengurus urusan dunia.

Kaum Anshar adalah kaum yang sangat dicintai Rasulullah ﷺ karena pengorbanan mereka yang luar biasa. Namun Allah mengingatkan bahwa perjuangan dan pengorbanan untuk agama tidak boleh berhenti hanya karena keadaan telah berubah.


Minyak Urut/ Gosok Pilihan



Jangan Takut Miskin Karena Berinfak

Salah satu sebab orang enggan berinfak adalah rasa takut kekurangan.

Padahal Allah telah mengingatkan:

الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ

"Setan menakut-nakuti kamu dengan kemiskinan." (QS. Al-Baqarah: 268)

Sering kali seseorang ingin membantu dakwah, membantu sesama, atau bersedekah. Namun muncul bisikan:

"Bagaimana kalau nanti saya kekurangan?"

"Bagaimana kalau usaha saya menurun?"

Padahal ketakutan seperti ini sering kali berasal dari tipu daya setan yang ingin menghalangi manusia dari kebaikan.

Doa Dua Malaikat Setiap Pagi

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَا مِنْ يَوْمٍ يُصْبِحُ الْعِبَادُ فِيهِ إِلَّا مَلَكَانِ يَنْزِلَانِ، فَيَقُولُ أَحَدُهُمَا:

اللَّهُمَّ أَعْطِ مُنْفِقًا خَلَفًا

وَيَقُولُ الْآخَرُ:

اللَّهُمَّ أَعْطِ مُمْسِكًا تَلَفًا

"Tidaklah para hamba memasuki waktu pagi melainkan turun dua malaikat. Salah satunya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang berinfak.' Dan yang lainnya berdoa: 'Ya Allah, berikanlah kebinasaan kepada orang yang menahan hartanya.'"

(HR. Bukhari dan Muslim)

Betapa agungnya kedudukan orang yang berinfak.

Setiap pagi ada malaikat yang mendoakan agar Allah mengganti apa yang telah ia keluarkan di jalan-Nya.

Penggantinya bisa berupa rezeki yang lebih baik, keberkahan usaha, kesehatan, ketenangan hati, keluarga yang saleh, atau pahala yang berlipat ganda di akhirat.

Sebaliknya, malaikat yang lain mendoakan kerugian bagi orang yang kikir dan menahan hartanya dari jalan Allah.

Karena itu, yang seharusnya ditakutkan bukanlah berkurangnya harta karena infak, melainkan hilangnya keberkahan karena enggan berinfak.

Filosofi Air yang Tetap Mengalir

Ada filosofi sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat Indonesia.

Ketika musim hujan, air mengalir deras melalui sungai dan saluran irigasi. Sawah menjadi subur dan tanaman tumbuh dengan baik.

Ketika musim kemarau, air tidak lagi mengalir sebesar dahulu. Namun air tetap mengalir meskipun hanya melalui parit kecil atau rembesan yang pelan.

Air tetap memberi kehidupan.

Begitulah seorang mukmin.

Ketika Allah memberinya kelapangan rezeki, ia memperbanyak sedekah, infak, dan amal kebaikan.

Ketika Allah menyempitkan rezekinya, ia tetap berbuat baik sesuai kemampuannya.

Yang berbahaya bukan sedikitnya yang diberikan.

Yang berbahaya adalah ketika aliran kebaikan itu berhenti sama sekali karena takut kehilangan dunia.

Berinfak Saat Lapang dan Sempit

Allah memuji orang-orang bertakwa:

الَّذِينَ يُنْفِقُونَ فِي السَّرَّاءِ وَالضَّرَّاءِ

"(Yaitu) orang-orang yang berinfak pada waktu lapang maupun sempit." (QS. Ali Imran: 134)

Ayat ini mengajarkan bahwa ukuran kemuliaan bukan terletak pada banyak sedikitnya harta yang dikeluarkan, tetapi pada kesediaan hati untuk tetap memberi dalam segala keadaan.

Saat mampu banyak, berikanlah banyak.

Saat mampu sedikit, berikanlah sedikit.

Namun jangan sampai berhenti.

Pelajaran yang Bisa Diambil

  1. Seorang mukmin hendaknya tetap membela agama Allah dalam keadaan lapang maupun sempit.
  2. Kesibukan mengurus dunia tidak boleh menghilangkan semangat berkorban di jalan Allah.
  3. Takut miskin karena berinfak adalah salah satu tipu daya setan.
  4. Setiap pagi ada malaikat yang mendoakan kebaikan bagi orang yang berinfak.
  5. Allah menjanjikan pengganti dan keberkahan bagi orang yang mengeluarkan hartanya di jalan-Nya.
  6. Kebinasaan yang sebenarnya adalah ketika seseorang meninggalkan perjuangan agama karena terlalu sibuk mengejar dunia.
  7. Seorang mukmin hendaknya seperti air yang tetap mengalir dan memberi manfaat dalam segala keadaan.

Penutup

Surah Al-Baqarah ayat 195 mengajarkan bahwa keselamatan tidak terletak pada banyaknya harta yang disimpan, tetapi pada ketaatan kepada Allah dan kesediaan untuk terus berbuat baik.

Ketika Allah memberi kelapangan, mengalirlah seperti sungai yang deras.

Ketika Allah memberi kesempitan, tetaplah mengalir meskipun hanya seperti parit kecil.

Karena yang dicintai Allah bukan hanya banyaknya yang diberikan, tetapi hati yang tidak pernah berhenti memberi manfaat bagi agama Allah dan sesama manusia.



MUKENA SEDANG POPULER

Mukena Dewasa Katun Mikro Laser Cut 2in1 Zenia

Nyaman dipakai, bahan lembut, desain elegan dan praktis untuk ibadah sehari-hari.

Lihat Produk

Mukena Traveling Mini Pouch 2in1

Praktis dibawa bepergian, sudah termasuk tas dan sejadah mini.

Lihat Produk

Hampers Mukena Box

Cocok untuk hadiah pernikahan, ulang tahun, kelulusan dan berbagai acara spesial.

Lihat Produk

Mukena Katun Mikro Laser Cut Premium

Bahan adem, ringan, nyaman digunakan untuk aktivitas ibadah sehari-hari.

Lihat Produk


Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...