Hijrah merupakan simbol keimanan, pengorbanan, dan kesetiaan kepada Allah serta Rasul-Nya. Karena itu, Rasulullah ﷺ menjadikannya salah satu ukuran keutamaan apabila ilmu para calon imam salat sama. ✅ Pengantar Bab V Setelah Rasulullah ﷺ menjelaskan bahwa imam salat dipilih berdasarkan bacaan Al-Qur'an dan pemahaman terhadap As-Sunnah, beliau melanjutkan dengan urutan keutamaan berikutnya apabila kedua kriteria tersebut sama. Mengapa hijrah, senioritas dalam Islam, dan usia menjadi pertimbangan? Bab ini menjelaskan hikmah di balik urutan tersebut serta menunjukkan bahwa setiap ketentuan Rasulullah ﷺ mengandung pendidikan yang mendalam tentang penghargaan terhadap ilmu, pengorbanan, pengalaman, dan adab dalam kepemimpinan. Bab V Urutan Keutamaan Setelah Ilmu Pada hadis yang telah dibahas sebelumnya, Rasulullah ﷺ bersabda: فَإِنْ كَانُوا فِي السُّنَّةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ هِجْرَةً، فَإِنْ كَانُوا فِي الْهِجْرَةِ سَوَاءً فَأَقْدَمُهُمْ سِلْمًا "Apabila mereka sama ...
Rasulullah ﷺ menetapkan bahwa apabila bacaan Al-Qur'an beberapa orang sama baiknya, maka yang lebih memahami As-Sunnah lebih berhak menjadi imam salat. ✅ Pengantar Bab IV Setelah pada Bab III dijelaskan bahwa Rasulullah ﷺ mendahulukan orang yang paling baik bacaan Al-Qur'annya (aqra'uhum li Kitabillah), muncul pertanyaan berikutnya: bagaimana apabila terdapat beberapa orang yang sama-sama memiliki bacaan Al-Qur'an yang baik? Hadis Rasulullah ﷺ memberikan jawaban yang sangat jelas. Dalam keadaan demikian, yang lebih berhak menjadi imam adalah orang yang paling mengetahui As-Sunnah. Urutan ini menunjukkan bahwa kepemimpinan dalam Islam tidak hanya dibangun di atas kemampuan membaca Al-Qur'an, tetapi juga di atas pemahaman terhadap tuntunan Rasulullah ﷺ sebagai penjelas wahyu Allah. Bab IV Yang Paling Mengetahui As-Sunnah Setelah Rasulullah ﷺ mendahulukan orang yang paling baik bacaan Al-Qur'annya, beliau melanjutkan sabdanya: فَإِنْ كَانُوا فِي الْقِرَ...