Skip to main content

Posts

Showing posts with the label Motivasi Iman

Berinfak Saat Lapang dan Sempit: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 195

  Berinfak Saat Lapang dan Sempit: Tadabbur Surah Al-Baqarah Ayat 195 Firman Allah وَأَنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ وَلَا تُلْقُوا بِأَيْدِيكُمْ إِلَى التَّهْلُكَةِ وَأَحْسِنُوا ۛ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ "Dan infakkanlah (hartamu) di jalan Allah, dan janganlah kamu jatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan, serta berbuat baiklah. Sungguh, Allah menyukai orang-orang yang berbuat baik." (QS. Al-Baqarah: 195) Pendahuluan Hidup tidak selalu berada dalam keadaan yang sama. Ada masa lapang dan ada masa sempit. Ada saat rezeki terasa longgar, dan ada saat penghasilan terasa berkurang. Ketika keadaan lapang, banyak orang mudah bersedekah dan membantu perjuangan agama Allah. Namun ketika keadaan berubah, sebagian mulai mengurangi bahkan menghentikan kebaikan yang dahulu biasa dilakukan. Surah Al-Baqarah ayat 195 mengajarkan bahwa seorang mukmin hendaknya tetap membela agama Allah sesuai kemampuannya, baik ketika lapang maupun sempit. Asbabun Nuzul Ayat Diriwaya...

Motivasi Diri dengan "Bilih Menyesal di Sisi Allah": Rem bagi Keburukan, Pendorong bagi Kebaikan

  Dunia Semakin Hijau, Tetapi Hati Jangan Sampai Menjadi Lalai Kita hidup di zaman yang penuh kemudahan. Teknologi berkembang pesat, kebutuhan hidup semakin mudah diperoleh, dan berbagai fasilitas dunia semakin lengkap. Dunia tampak semakin hijau dan indah. Namun di balik keindahan itu, ada kenyataan yang patut direnungkan. Semakin banyak manusia yang sibuk mengejar dunia hingga melupakan tujuan hidup yang sebenarnya. Anak-anak mulai jarang bersilaturahim kepada orang tua. Banyak yang lebih mengenal kabar orang lain daripada mengetahui keadaan ayah dan ibunya sendiri. Waktu habis untuk urusan pekerjaan, bisnis, hiburan, dan media sosial, sementara waktu untuk keluarga dan ibadah semakin sedikit. Lebih dari itu, banyak manusia yang melupakan Allah سبحانه وتعالى, Sang Pencipta yang telah memberikan seluruh nikmat yang mereka rasakan. Padahal Allah berfirman: وَمَا بِكُمْ مِنْ نِعْمَةٍ فَمِنَ اللَّهِ "Dan segala nikmat yang ada pada kalian, maka dari Allah-lah datangnya....

Apakah Orang Beriman Biasa Bisa Bersama Para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Orang-Orang Saleh di Surga?

  Apakah Orang Beriman Biasa Bisa Bersama Para Nabi, Shiddiqin, Syuhada, dan Orang-Orang Saleh di Surga? Asbābun Nuzūl Surat An-Nisā' Ayat 69 dan Kabar Gembira bagi Seluruh Umat Islam Pengantar Banyak di antara kita yang merasa bukan siapa-siapa. Kita bukan nabi, bukan sahabat, bukan syuhada, dan bukan pula ulama besar. Karena itu mungkin pernah terlintas sebuah pertanyaan dalam hati: apakah orang beriman biasa seperti kita memiliki harapan untuk berkumpul bersama Rasulullah ﷺ, para nabi, para shiddiqin, para syuhada, dan orang-orang saleh di surga? Ternyata Al-Qur'an memberikan jawaban yang sangat menggembirakan. Jawaban itu terdapat dalam Surat An-Nisa ayat 69, sebuah ayat yang turun untuk menghibur seorang sahabat yang takut tidak dapat bersama Rasulullah ﷺ di akhirat. Ayat ini bukan hanya ditujukan kepada sahabat tersebut, tetapi juga menjadi kabar gembira bagi seluruh umat Islam hingga akhir zaman. Seorang Sahabat yang Bersedih Diriwayatkan oleh Imam Ibnu Jarir Ath...

Menjaga Keimanan di Tengah Kesibukan Dunia

Nasehat Islami Tentang Cobaan Dunia dan Keteguhan Hati Menjaga Keimanan di Tengah Senang dan Susahnya Hidup, karena tidak semua ujian hidup datang dalam bentuk kesusahan. Kadang manusia justru diuji ketika sedang sehat, memiliki harta, berada dalam kemudahan, atau mendapat kedudukan tinggi di mata manusia. Karena itu menjaga keimanan di zaman sekarang menjadi perjuangan besar bagi setiap Muslim. Dunia semakin penuh godaan, sementara hati manusia mudah berubah. Tulisan ini sekadar nasehat dan pengingat untuk diri sendiri dan sesama Muslim agar tetap menjaga iman di tengah cobaan hidup, baik ketika susah maupun ketika senang. Hidup Dunia Adalah Tempat Ujian Allah SWT menjelaskan bahwa kehidupan dunia memang tempat ujian bagi manusia. QS. Al-Mulk : 2 الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا Artinya: “Yang menciptakan mati dan hidup untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya.” Setiap manusia akan diuji dengan keadaan yang berbeda...

Manisnya Keimanan: Saat Hati Menemukan Ketenangan Bersama Allah

  Di dunia yang penuh ujian ini, manusia terus mencari kebahagiaan. Ada yang mencarinya melalui harta, jabatan, pujian manusia, bahkan hiburan tanpa batas. Namun sering kali semua itu tidak mampu menenangkan hati, atau mendatangkan ketenangan jiwa, itu, tidak .  Karena sesungguhnya, ketenangan jiwa sejati bukan terletak pada banyaknya dunia yang dimiliki, tetapi pada dekatnya hati kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Inilah yang disebut para ulama sebagai manisnya keimanan. Manisnya iman adalah nikmat yang tidak bisa dibeli dengan dunia. Ia hadir di dalam hati orang-orang yang mengenal Allah, mencintai-Nya, dan terus berusaha taat kepada-Nya. Apa Itu Manisnya Keimanan? Rasulullah ﷺ bersabda: ثَلَاثٌ مَنْ كُنَّ فِيهِ وَجَدَ بِهِنَّ حَلَاوَةَ الْإِيمَانِ أَنْ يَكُونَ اللَّهُ وَرَسُولُهُ أَحَبَّ إِلَيْهِ مِمَّا سِوَاهُمَا وَأَنْ يُحِبَّ الْمَرْءَ لَا يُحِبُّهُ إِلَّا لِلَّهِ وَأَنْ يَكْرَهَ أَنْ يَعُودَ فِي الْكُفْرِ كَمَا يَكْرَهُ أَنْ يُقْذَفَ فِي النَّارِ Artinya : “Tiga perkar...

Keutamaan 10 Hari Pertama Dzulhijjah

  Kesempatan Emas Memperbanyak Amal Shalih Sebelum Idul Adha Hari ini, Ahad 17 Mei 2026, kita berada di penghujung bulan Dzulqa’dah 1447 H. Insyaa Allah saat masuk waktu Magrib nanti, kita akan memasuki tanggal 1 Dzulhijjah 1447 H. Bagi kaum Muslimin, ini adalah kabar yang sangat besar dan menggembirakan. Karena 10 hari pertama bulan Dzulhijjah termasuk hari-hari paling mulia dalam Islam. Pada hari-hari inilah pahala amal shalih dilipatgandakan dan sangat dicintai oleh Allah SWT. Amal Shalih di 10 Hari Dzulhijjah Sangat Dicintai Allah Rasulullah SAW bersabda: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ : وَلَا الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، إِلَّا رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ (سنن الترمذى 757 - صحيح) Artinya: Rasulullah SAW bersabda: “Tidak ada hari-hari di mana a...