Skip to main content

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu

Sikdam Hasim Gayo, musibahmu berkahmu, walau sebagai penyandang disabilitas. Allah menunjukkan kekuasaanNya lewatmu, adakah orang mau belajar dari cerita dirimu? Seharusnya iya. Gayo cerita hampir saja saya memilih bunuh diri ketika musibah ini menghampiri dirinya, katanya. Ibuku jualah yang membangkitkan semangat hidupku. Ibuku yang mulia dan berkah.Gayo mencari jalan syukur pada Allah , katanya, dengan musibahku ini Allah mewujudkan mimpi mimpiku. Dengan musibahku Allah menjadikan aku berguna buat orang lain. Sebelumnya dia menjadi terkenal, sampai bisa menyampaikan pidatonya didepan para bangsawan di kerajaan Inggris; kesehariannya Gayo berkeliling mendidik bahasa Inggris kepada orang orang yang "lemah" tanpa dibayar. Sampai sampai keluarganya menegurnya, supaya jangan berbuat demikian. Tapi dia memilih diam, dan menyerahkan pilihannya pada Allah. Dia yakin Allah maha Melihat , Allah tidak pernah tidur. Allah menciptakan manusia dengan rejekinya.
Kini Gayo sudah terkenal, dia sedang gigihnya memperjuangkan kesamaan hak terhadap penyandang disabilitas; hak pendidikan, hak bekerja, hak sarana, hak kesehatan. Disamping memotivasi tigapuluh enam juta penyandang disabilitas lainnya, suatu usaha mulia bagi seorang pemuda belia.
Seandainya Sikdam Gayo tahu dalil dalil lainnya, mudah mudahan sudah tahu bahwa,
"Allah tidak melihat pada rupa dan hartamu, tapi Allah melihat pada hatimu dan amalmu."
Semoga memperkuat keteguhan iman Sikdam Gayo.

Lebih lebih dalil berikut, mungkin bisa jadi bahan renungan buat Gayo, andai saja Gayo bisa melihat tulisan ini
(hadist Ahmad)

Dari Abdilah bin Mas'ud dia berkata bahwa bersabda Rasul SAW, sesungguhnya Allah membagi ahklak kamu sekalian sebagaimana Allah memberi rezeki diantara kamu sekalian, dan sesungguhnya Allah memberi dunia kepada orang yang dicintai dan kepada orang yang tidak di cintai nya, dan Allah memberi Agama hanya kepada orang yang Allah cintai saja, maka barang siapa yang diberi agama oleh Allah maka sesungguhnya Allah cinta kepadanya. Pastilah orang itu masuk surga nya Allah. 

Jadi masalah kesenangan urusan dunia, Allah akan menganugerahkan kepada siapa saja,apakah dia iman atau tidak beriman. Tapi Allah tidak akan memberi agama kepada orang yang Allah tidak cintai.

Salam buat Gayo, seandainya kau baca, kau pasti merenungkan dalil itu, karena bagaimanapun Akhirat lebih baik dan kekal Q S87:17) dunia sudah kau capai.
Semoga kiprah Sikdam Gayo menginspirasi anak bangsa dan pemuka bangsa, negara yang penuh berkah ini, semoga saja, Amiin

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...