Skip to main content

Golkar, aduh, ibarat piring retak..

Golkar, aduh, ibarat piring retak... Kegaduhan golkar sudah "mereda". Cermin ke depan orang dibawah sudah mengira ngira.... ( negatif?). Sudah jangan pada sak udhon ah. " Gak soalnya sayang kang". Emang kenapa?". " Lho akang apa ga lihat rekam jejak po?. " " Lho .. rekam jejak?", rekam jejak siapa?. Nggak ah nanti jadi ngarasani, dosa. Lebih jelek lagi dosa mendosakan. Becik ketitik , olo ketoro. Apa itu. Ya itu.
Jaman sekarang apa yang bisa ditutupi. Dinding saja bisa ngomong.
Mas Sudah, cari jalan taqwa saja. Mari kita mendidik anak anak kita dengan cara baik. Utamakan akhlak, biar kelak kita punya pemimpin jujur, amanah dan akhlaqul karimah. Generus harus kita bekali faham agama faqih, ber akhlaqul karimah dan mandiri.Kita sabar saja dulu biar generasi abu abu sekarang ini habis, tapi kita harus kasi tameng pada generus, jangan sampai menerima  warisan jelek sekarang. "Pesan " Rasul SAW barang siapa menghendaki dunia harus dengan ilmunya, barang siapa menghendaki akhirat haru dengan ilmunya, dan barang siapa menghendaki keduanya haruslah dengan ilmunya juga."
Jadi kalau mau urusan dunia , apasaja, harus ambil ilmunya supaya sukses. Tapi kalau meyakini hari akhirat harus tahu dalilnya. jangan ikut ikutan, jangan kata katanya. Lihat dalilnya di dua kita suci. Insya Allah selamat. Akan terhindar dari ketamakan, keserakahan, kedurhakaan. Setidaknya selamatkan diri dari ancaman siksa Allah. Karena Annar haqqun, wanjannatu haqqun. Neraka haq pasti adanya dan surga juga haq pasti adanya.Sebagian manusia pasti menempati neraka dan sebagian pasti menempati surga. Aduh golkar, penampilan mu ibarat piring retak. Kadek... hati hati membawanya rawan pecah. Moga moga yang akan datang jadi lebih baik lagi.

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...