Skip to main content

Minat Baca versus peradaban gadget

Minat Baca versus peradaban gadget kolaborasi seru. Anak itu baru kelas dua SD, pulang sekolah dirumah tak ada orang. Bisa masuk rumah kalau kakaknya yang kelas lima pulang membawa kunci rumah. Kedua orang tuanya sibuk mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup buat tujuh anak. Kalau  kakaknya yang di SMP pulang sekolah barulah disiapkan makan siang. Tapi ketika hidangan tersedia, yang di siapkan untuk makan siang, tak ada satu pun dirumah. Dicari lagi, sedang asik nonton game temannya pakai tablet. Menjelang jam empat sore sang ayah pulang. Tak satupun orang ditemui dirumah padahal pintu depan rumah sampai pintu belakang rumah semua terbuka. Tak lama melintas anak tetangga pulang dari Masjid. Kesempatan bertanya apakah dia tau si "Bijak" ada dimana, sambil titip mengharap bantuan memanggilkan. Ada ditempat si Awang. Itu lokasi terkenal kumpulan anak anak beradu main game Kalau yang satu ada di Iin sedang seru seruan meladeni teman facebook.
Sementara itu program generusnya ingin agar anaknya paham agama faqih, berakhlaqul karimah dan mandiri. Suatu kenyataan yang bertolak belakang antara apa yang diajarkan dengan aplikasi, " susahnya di peradaban gadget".
Seharusnya semua orang utamanya warga bangsa ini, konsekwen dengan agama yang diyakininya. Karena tak ada amalan walau sekecil apapun terlewat begitu saja nanti disisi Allah Swt. Semua di hisab semua diminta pertanggung jawaban, semua ada reward dan punishmentnya.

Rasulullah SAW dalam hadis qudsi
" Ya ibna adama khalaqtuka li'ibadati fala tal'ab, watakaffaltu birizqika fala tat'ab" ( Ahmad )
Wahai anak turun Adam , Aku ciptakan kamu sekalian untuk ibadah padaku maka jangan main main, dan Aku cukupi kamu sekalian dengan rezekimu maka jangan ngoyo. ( ngoyo (jawa), berlebih lebihan )

Sebagai orang tua jangan keduanya kerja ngoyo urusan dunia semata , sebab anak itu amanah. Agamanya harus diurus. Didalam agama ada akhlaq, adab, tatakrama yang harus dilaksanakan.

Pada hal di depan rumah mesjid. Sejak sore para mubalig dan mubalighot mesjid sudah sibuk mengajar per kelompok umur, sampai nanti malamnya buat para orang tua. Perjuangan gratis lillahi taala, tanpa mengharapkan bantuan pemerintah atau siapapun.Kehidupan cari sendiri sendiri, masing masing. Luar biasa. Pak Tua ingin menumbuhkan minat baca anak anaknya. Ia berusaha bagaimana mengkolaborasi antara minat baca dengan gadget. Suatu ketika saudara nya menghadiahkan Ipad apple baru kepadanya. Seperti ular ketemu pentungan, gayung bersambut.
Ketika anak anaknya  tahu tentang keberadaan ipad yang baru diperoleh ayahnya, mereka semua senyum senyum penuh arti. "Gue lebih canggih yah"  , mungkin begitu dalam hati mereka. "Sidang" darurat serumah di mulai. " Anak anak suka apel? katanya, maksudnya Ipad yang baru saja dapat hadiah buat Ayah. " ini ayah punya buat kerja online, tapi kalian boleh pakai sepuasnya, tapi dengan syarat, mau? Spontan semua anak anak menjawab "mau". Mereka lebih paham dari Ayah urusan Ipad. OK kata ayah. Sebelum "makan apel". baca dulu "hancak" bacaan Alqurannya lanjutkan baca pelajaran nya yang sangat diminati. Nanti Ayah periksa, betul atau tidak. Kalau OK silakan nikmati apel "sepuasnya".
Awalnya tugas yang sangat berat, kita mau tidak mau ikut bantu membahas pelajarannya. Sehingga mereka bisa menghayati baik bacaan Alqurannya maupun buku pelajarannya. Semoga bisa terus berlangsung dengan lancar.
Tak lupa setelah main gadget , berdoa: "Subhanakallahumma wabihamdika, asyhadualla ilahaillallah anta, wastafiruka wa atubu ilahi.".
Nabi bersabda "barang siapa yang duduk duduk dalam duduknya banyak berbuat lahan (main main) sebelum bangkit dari duduk hendaklah berdoa... ( tersebut diatas ) ( hadist Tirmidzi )... maka akan diampuni (dosanya) selama dia main main dalam duduknya.

 Mudah mudahan menginpirasi buat kita semua untuk menumbuhkan minat baca tanpa gaptek.

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...