Skip to main content

Carilah Ridho Allah Dan Kenali Murka Allah









Ingin sukses, carilah ridho Allah dan berlatih mengenali murka Allah sampai menghindarinya, Anda

selamat dunia akhirat

Kalau kesuksesan urusan dunia, manusia itu sudah ada jatahnya. Tapi jatah itu tidak datang dengan

sendirinya tanpa ada usaha. Disini muncul nasihat itu ,carilah ridho Allah dan kenali mana murka

Allah. Dalam mencari sukses urusan dunia, atau maisyah, ketika terbayang atau terukur keuntungan

yang bakal diperoleh maka orang suka lupa tugas kewajibannya pada Allah. Sehingga dia bergerak

terus mengejar , menguber keuntungan yang dibayangkannya. Kalau dia ingat pada Allah seharusnya

 dia akan berkata pada dirinya carilah jalan taqwa, carilah ridho Allah, karena itu pasti akan

 mendatangkan kebaikannya yang padanya. Tapi kalau dia ngoyo ( jawa ) , maka dia tidak berlatih

 mengenal murka Allah.

Dalam suatu hadist disebutkan,” Ingatlah ! Aku ciptakan engkau untuk ibadah padaku ( Allah ), maka

 engkau jangan main main. Aku ( Allah ) akan menjamin rejekimu, maka kamu jangan ngoyo”.

Sedangkan Saudara jamaah Islam mengucapkan ini pagi dan petang

رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا

“aku ridho kepada Allah sebagai Robb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai Nabi.”

Rasulullah bersabda bila muslim membaca ini setiap pagi dan petang, “Ia akan mendapatkan

 keridhoan Allah pada hari kiamat.”

Nah ketika ilham barokah itu muncul yaitu untuk ibadah dulu baru meneruskan berusaha, anda

abaikan, datanglah iblis dengan tentaranya menjebak  anda. Saudara Muslim akan dihias-hiasi bahwa

 bila anda ibadah dulu , untung di depan mata akan bias lepas. Sementara segini dulu Insya Allah

 dilanjutkan. Syukur-syukur anda berkenan melengkapi lebih jauh, Alhamdulillah sangat disyukuri,

 asal tidak menyampaikan hal-hal yang melanggar ketentuan Negara, sara dan saling menyakiti, itu

 jangan. Kita muslim harus hati-hati berpihaklah kepada ke solihan. Alhamdulillah semoga Allah

 pareng barokah pada kita semua.

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...