Skip to main content

Harumi herbal kapsul

Harumi

HARUMI adalah sinergi herba dari ekstrak daun sirih, akar kunyit, kemangi dan bluntas. Sinergi herba ini dahulu sering digunakan oleh para Permaisuri dan Putri Keraton Jawa untuk menjaga kesehatan organ intim Mereka, agar hubungan dengan Pasangannya tetap harmonis dan mesra.

Secara empiris HARUMI digunakan untuk mengurangi bau badan, bau tak sedap pada organ intim Wanita, mengurangi lendir (Mukosa) yang berlebihan akibat jamur Candida Albicans dan menjaga kesehatan tubuh.


MANFAAT KANDUNGAN :

Daun Sirih (Piperis Folium) mengandung zat aktif fenol yang bersifat sebagai antiseptik. Sifat antiseptiknya 5 kali lebih efektif membunuh kuman dibanding fenol BKO (bahan kimia obat). Ekstrak daun sirih mengandung zat aktif kavikol yang memiliki daya mematikan kuman, Fungisida dan Antioksidasi, sehingga berkhasiat menghilangkan bau badan dan bau tak sedap pada organ intim Wanita.

Akar Kunyit (Curcuma Domestica Rhizom), ekstrak bagian rimpang kunyit memiliki zat aktif kurkumin yang bermanfaat menyehatkan organ tubuh bagian dalam sehingga melancarkan produksi kelenjar dalam tubuh. Daun Kemangi (Ocimum Canum Folium) mengandung minyak atsiri yang berfungsi sebagai antiseptik. Wanginya yang harum, sejuk dan segar dapat mengatasi bau badan dan bau tak sedap pada organ intim Wanita. Minyak atsiri juga memiliki sifat sedatif (menenangkan) serta mengandung zat afrodisiak yang berkhasiat menambah libido hubungan intim Suami Istri.

Daun Bluntas (Pluchea Folium), ekstrak daun bluntas memiliki potensi sebagai antioksidan alami yang dapat menggantikan kedudukan TBHQ (Tertiary Butylhydroquinone), yaitu senyawa antioksidan sintetis. Daun Beluntas juga mengandung beta karoten (pra vitamin A).


BERGABUNG TIM HPA SUKSES SEKARANG JUGA

BISA DENGAN Cara Menjalankan Bisnis Online
Dengan Berbagai Fasilitas dan Kemudahan Yang Bisa Anda Dapatkan Dengan Harga Murah
Produk sudah disediakan , tinggal jual
Panduan sudah disediakan, pelajari dan praktekan
Biaya pendaftaran murah Rp 10.000 atau Rp 30.000









Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...