Skip to main content

Gulai Asam Pedas Baung Melayu



Resep Masakan Melayu – Gulai asam pedas baung merupakan sajian kuliner khas Melayu yang sudah sangat populer di Indonesia. kuliner satu ini bisa kita temukan dengan mudah di warung makan di seluruh wilayah Nusantara.
Selain menawarkan rasa yang nikmat, kuliner satu ini juga tergolong sangat mudah di buat. Bahkan tanpa memerlukan skill khusus pun sebenarnya Anda bisa membuat makanan satu ini. agar lebih mudah, berikut ada panduan resep membuat gulai asam pedas baung khas Melayu yang bisa Anda coba praktekan langsung.
Resep Masakan Melayu: Gulai Asam Pedas Baung
Bahan-bahan:
Ikan baung segar cukup 750 gram
Air jeruk nipis sebanyak 1 sendok makan
Garam sebanyak 1 sendok teh saja
Daun kunyit cukup satu lembar
Lengkuas ukuran 2 cm, memarkan
Jahe ukuran 2 cm, memarkan
Daun jeruk cukup dengan 4 lembar
Asam kandis sekiranya 2 buah
Tomat sayur sebanyak 8 buah
Air matang sebanyak 500 ml
 Minyak goreng sebanyak 2 sendok makan (secukupnya)
Bumbu-bumbu halusan:
Cabai merah giling cukup dengan 100 gram
Bawang merah 12 siung
Bawang putih cukup dengan 5 siung saja
Cara membuat gulai asam pedas baung khas melayu:
Langkah pertama, cuci terlebih dahulu daging ikan baung tersebut hingga benar-benar bersih. Lalu lumuri daging tersebut dengan menggunakan air jeruk nipis dan garam. Tunggu hingga bumbu tersebut meresap kedalam daging sekitar 15 menitan.
Selanjutnya siapkan wajan untuk tumisan dengan minyak secukupnya, tumislah bumbu-bumbu halusan tadi hingga mengeluarkan aroma yang harum atau wangi. Setelah itu tambahkan kunyit, daun jeruk nipis, lengkuas, dan beberapa bahan yang masih tersisa. Masak hingga mendidih dan matang.
Langkah ketiga masukan daging ikan baung yang sudah bersih tadi, dan tunggu hingga semua bumbu meresap secara sempurna. Kini kuliner lezat tersebut siap untuk disantap.


Kuliner satu ini sangat cocok apabila dijadikan sebagai lauk menu makan Anda bersama dengan nasi hangat. selamat mencoba resep membuat gulai asam pedas baung khas Melayu diatas.

Rindu makanan awak orang melayu sudah lama pakai sekali, apakah masih ada itu ikan baung. Teringat masa kecil di Per baung an. Ayah ku dulu camat pertama disana dapat dibayangkan rindu nya dengan ikan baung
Resepnya http://resepaneka99.blogspot.co.id/2015/06/resep-membuat-gulai-asam-pedas-baung.html?m=1

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...