Skip to main content

Nonton bola yuuukk, Semi Final U18 Indonesia vs Thailand

Coba Cari yang mana Egy

Demam bola dimana mana di tanah air. Sebentar lagi jam 15.30 WIB di Stadion Thuwunna, Yangon, Jumat (15/9/2017) " pertempuran " klasik Indonesia vs Thailand akan berlangsung. Pasukan merah putih garuda muda , naga naganya bakal mencuat lagi. Apakah sejarah akan terulang kembali. ? Insya Allah , mudah mudahan , kita doakan . Biar jadi hiburan buat rakyat dibawah garis kemiskinan yang belum kebagian brownies pembangunan. Tapi yang punya sakit jantung jangan nonton , bisi kenapa kenapa. Sekarang Kapten kapten lapangan baru telah muncul dengan anggota anggota kopasus merah putih karpet hijau bergerak terus tanpa kenal lelah. Ibarat mesin handal keluaran baru. Sayang kalau belum lihat tuh Egy, ada lagi yang namanya M Rafli Mursalim dengan gol 43 detik.

Ini dia orangnya gak percaya ?


Tau dengan Hanis baru masuk sudah jepret bikin suasana tambah seru ingat lawan Brunei.
Uuh jangan anggap enteng pasukan Thailand yang sudah dipersiapkan hebat , ngotot mau menang pasti. Makanya doain Insya Allah menang , jadi ga takabur, gak juga deg degan, soalnya kuat sama kuat. Jangan gue pegang ini pasti menang, jangan begitu, gak baik. Effeknya nanti pas nonton jantungnya berdetak keras. Bagaimana kalau gak kuat fatal. Apalagi tuh yang pakai tarohan segala, judi itu , mau banyak mau sedikit harom, jangan ya, tidak bagus. Biar kebetulan menang , hasilnya dibuat makan ramai ramai , tetap saja hasil judi, jangan lho.

Ngomong ngomong komandan Indra Sjafri, itu orang bagus, rendah hati. Gak mau sesumbar kelemahan pasukan musuh , tapi dia mempersiapkan pasukannya yang penting. Dia punya mata sambungan yang bisa memberi informasi kekuatan lawan sehingga kasi umpan jebakan gak taunya merobek dari daerah kelemahan lawan. Pasti itu, kalau sama bisa membaca. Tenang . Insya Allah kalau ini rejeki dia rejeki nya pak Jokowi, rejeki pasukan garuda, tak ada yang bisa menghalang halangi. Ayuk kita tonton... suka bola juga ni yee


Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...