Skip to main content

Bisakah kita hidup rukun?

Bisakah kita hidup rukun? "Kita" , siapa ? Kita sebagai induvidual anggota keluarga, kita sebagai keluarga, kita sebagai antar keluarga, kita sebagai antar warga, lebih besar lagi antar masyarakat, lebih besar lagi antar warga bangsa, lebih besar lagi antar bangsa.
Bisakah terwujud hidup rukun itu? Jawabnya bisa ya bisa tidak. Umpama ada kemauan hidup rukun jawabnya, bisa ya bisa tidak, terpulang pada kondisi orangnya.
Mencari difinisi rukun di KBBI , hasil nya , arahnya  ke "syarat" , rukun agama, rukun iman dan rukun berbangsa.( mungkin perlu dilengkapi). Ada lagi kbbi.web.id/rukun-2
rukun2 : 1 baik dan damai; tidak bertengkar (tentang pertalian persahabatan dan sebagainya); 2 bersatu hati; kerukunan :1 perihal hidup rukun; 2 rasa rukun; kesepakatan: ~ hidup beragama. Jadi rukun bisa diambil baik dan damai , tidak bertengkar.
Sekedar pendapat saja, rukun secara individual itu hanya bisa tercipta bagaimana orang itu memahami hidup rukun. Bagaimana latar belakang akhlak orang itu tercipta. Kalau akhllaknya tercipta berdasarkan  pendapat orang, akhlaknya akan labil, tergantung pemikiran siapa yang dia serap. Sebab lain orang lain pendapatnya.
Tetapi kalau akhlaknya tercipta karena berdasarkan keyakinan dalil dalil beragama yang kuat , akhlaknya akan mantap, stabil, insyaAllah ( tidak mau takabur).

Karena apa bisa kuat dan stabil? Karena orang yang punya keyakinan beragama yang kuat , umpama dia seorang Muslim, punya keyakinan tentang “ Hari Pembalasan”, yakin tentang Hari Akhir, yakin setelah mati akan dihidupkan lagi, yakin bahwa semua amalan ucapan perbuatan akan dimintai pertanggung jawaban Allah Swt. Yakin akan ada reward and punishment disisi Allah berupa pahala Surga dan Ancaman siksa Neraka. Yakin Allah tidak akan mengingkari janjiNya.  Disamping itu yakin akan qodar Allah takdir Allah. Dalam suatu hadis di jelaskan  bahwa Allah membagi akhlak nya orang sebagaimana Allah memberi rezeki pada tiap orang”. Disini sama kita tahu bahwa Allah memberi rezeki kepada ummat manusia tidak sama. Ada yang banyak dan ada yang sedikit. Yang banyak disebut lah dia orang kaya, kalau sedikit dia disebut orang miskin. Namun Allah menjamin semua makhluk disediakan rejekinya, tidak memandang apakah dia orang beriman atau dia orang yang tidak beriman. Demikian besar Kasihnya Allah terhadap makhluknya. Walau manusia itu tidak mau menyembah Allah , tapi Allah tetap mengasi rezekinya……(belum selesai  akan terus disambung disini )



Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...