Skip to main content

Menjagalah pada Keimanan

Menjagalah pada Keimanan. Jagalah keimanan anda , jangan biarkan dia merana, tanpa diramut. Kalau dia diramut, dipupuk , dia akan bersinar menerangi cahaya hati anda, dia akan tubuh subur menemani anda mengharungi bahtera hidup ini. Hidup ini akan melaju terus tak terbendung sampai akhir zaman dalam dua sisi, baik dan buruk. Cahaya iman anda akan membimbing anda dalam koridor yang baik surgawi dan akan mengingatkan anda menjauhi dari hal hal yang buruk. Teringat akan pertanyaan Ummi Salamah kepada Rasulullah. "Wahai nabi, doa apa yang banyak kau pakai dalam doamu?" Rasulullah SAW bersabda ( menjawab) . "Ya muqolibal qulub, stabbit qolbi aladinik", kemudian Nabi melanjutkan sabdanya, : ya Ummi Salamah, sesungguhnya hati seorang hamba ( maksudnya keimanan ) dijepit oleh jari Allah yang tengah, ( kemudian mengangkat jari telunjuk dan jari tengahnya) seperti ini, " fa ma sya a aqoma wa ma sya a azaro", maksudnya bila Allah menghendaki keimannannya tegak, ya ditegakkan, bila Allah menghendaki melepaskan, ya terlepas." Ketika itu Muad yang mendengar, merinding ( begitu riskannya keimanan ini ) kemudian dia menambahkan doanya. Wahai Tuhanku, janganlah Engkau selewengkan hatiku, setelah Engkau menunjukkan padaku..."
Nasihat agama ini berdasarkan dalil dalil Alquran dan Sunnah Rasulullah SAW, sebaiknya anda menggali dan mencari dalil dalil dimaksud dengan cara yang benar dan sah, jangan berdasarkan katanya katanya, jangan qila wa qola. menuntut ilmu itu wajib hukumnya bagi setiap orang Islam, bukan berlaku hanya orang yang dipesantren, bukan. Tapi wajib semua ummat Islam. Sesal dulu pendapatan, sesal kemudian tak ada gua nya. Mengapa? Sesal di dunia, dapat dihibur, sesal diakhirat yang ada hanya getun campur loro, sesalan bercampur dengan penderitaan yang tidak ada pungkasannya, tidak ada akhirnya. Semoga semua sadar, tidak merasa digurui. Dan semoga kita semua menjadi orang yang baik baik berahlaqul karimah. Amiin

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...