Skip to main content

Jangan Cari Ketenangan di Tempat yang Salah




Ada orang yang rumahnya besar, tetapi tidurnya gelisah.

Ada yang hartanya banyak, tetapi dadanya sempit.

Ada yang terlihat tertawa di depan manusia, tetapi menangis diam-diam saat malam tiba.

Mengapa?

Karena ketenangan hati bukan terletak pada banyaknya dunia yang kita miliki.

Bukan pada pujian manusia.

Bukan pada jabatan.

Bukan pula pada hiburan yang hanya menenangkan sesaat lalu meninggalkan kehampaan.

Allah telah memberi jawaban yang sangat jelas dalam Al-Qur’an:

أَلَا بِذِكْرِ اللَّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."

(QS. Ar-Ra’d: 28)

Ayat ini sangat singkat, tetapi menampar banyak manusia yang sibuk mencari ketenangan di tempat yang salah.

Ada yang ketika gelisah justru mendekati maksiat.

Ada yang melarikan diri pada hiburan berlebihan.

Ada yang menenangkan diri dengan dosa.

Padahal dosa sering kali bukan solusi, justru menambah luka baru dalam jiwa.

Rasulullah ﷺ bersabda:

الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَالإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ

"Kebaikan adalah sesuatu yang membuat jiwa tenang, sedangkan dosa adalah sesuatu yang membuat hati gelisah."

(HR. Muslim)

Betapa banyak orang mengejar dunia sampai lupa menjaga hatinya.

Ketika uang bertambah, rasa takut kehilangan juga bertambah.

Ketika popularitas naik, rasa cemas terhadap penilaian manusia juga semakin besar.

Ketika ambisi dunia tidak terpenuhi, hati menjadi marah, kecewa, bahkan putus asa.

Padahal dunia memang tidak pernah dirancang untuk memberi ketenangan sempurna.

Dunia hanyalah tempat ujian.

Allah berfirman:

وَمَا هَٰذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ

"Kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan senda gurau."

(QS. Al-Ankabut: 64)

Lalu bagaimana agar hati tenang?


1. Perbanyak dzikir

Dzikir bukan hanya ucapan lisan.

Dzikir adalah menghadirkan Allah dalam hati saat sedih, takut, gagal, atau kehilangan.

Istighfar, tasbih, tahmid, tahlil—semuanya adalah obat hati.


2. Dekat dengan Al-Qur’an

Banyak orang membaca berita setiap hari tetapi jarang membaca firman Allah.

Padahal Al-Qur’an adalah cahaya bagi hati yang gelap.

Allah berfirman:

وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْآنِ مَا هُوَ شِفَاءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

"Kami turunkan dari Al-Qur’an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang beriman."

(QS. Al-Isra: 82)


3. Perbanyak istighfar

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ لَزِمَ الِاسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللَّهُ لَهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا

"Barang siapa membiasakan istighfar, Allah akan memberinya jalan keluar dari setiap kesedihan."

(HR Abu Dawud)


4. Belajar menerima takdir Allah

Tidak semua yang kita inginkan akan kita miliki.

Tidak semua yang hilang berarti buruk bagi kita.

Kadang Allah mengambil sesuatu agar kita kembali kepada-Nya.

Kadang Allah menunda sesuatu agar kita belajar sabar.

Mungkin hari ini hatimu sedang lelah.

Mungkin ada masalah keluarga.

Mungkin ekonomi sedang sulit.

Mungkin tubuh sedang melemah karena usia.

Tetapi jangan pernah putus asa dari rahmat Allah.

Dekatlah kepada Allah.     

Sujudlah lebih lama.

Berdoalah lebih dalam.

Menangislah di hadapan-Nya.

Karena dunia mungkin tidak mampu menenangkan hatimu.

Tetapi Allah mampu mengubah gelisahmu menjadi ketenangan yang tidak bisa dibeli oleh apapun.


Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Mencari tahu tentang Promol12

 Promol12 HPAI Promol12 Probiotik Mikro Organisme Lokal yang terdiri dari 12 Jenis MOL (Mikro Organisme Lokal) untuk pupuk, pakan ternak, pakan ikan, penghancur kotoran dll Nama Produk : Promol12 Harga Jual Konsumen : 250.000 Isi Kemasan : 1000 gram Berat Kemasan : 1025 gram Atau Beli Via SMS atau WA 085295270482 BELI Promol12 VIA SMS Pemakaian Promol Promol Untuk Kebutuhan Sehari-hari Promol memang sangat bagus digunakan untuk meningkatkan kualitas pakan ternak dan pupuk. Namun bukan hanya itu, banyak manfaat promol untuk keperluan sehari-hari. Luar biasa manfaatnya. APLIKASI PROMOL NO. 7: LARUTAN UNTUK BURUNG DAN HEWAN PELIHARAAN KECIL Mungkin ada yang suka memilihara burung, hamster, di rumahnya. Bahan-bahan :  1. Promol 1 gr 2. Wadah 3. Air 1 ltr Larutkan promol dalam wadah dng air trsb, aduk2 rata. Diamkan 1 jam, larutan siap di berikan untuk : a. Untuk minum b. Semprot pakan c. Semprot untuk mandi d. Semprot untuk bersihkan ka...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...