Skip to main content

Doa Orang yang Berpuasa Mustajab – Waktu Berbuka, Momen Terbaik untuk Berdoa

 



Puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga saat di mana doa-doa dikabulkan. Salah satu momen terbaik untuk berdoa adalah ketika berbuka puasa. Rasulullah ﷺ mengajarkan bahwa doa orang yang berpuasa tidak tertolak, terutama saat menjelang berbuka. Ini adalah kesempatan emas bagi setiap Muslim untuk memohon ampunan, keberkahan, dan segala kebaikan dari Allah ﷻ.


1. Doa Orang yang Berpuasa Tidak Tertolak


Rasulullah ﷺ bersabda:


ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ: الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ، وَالإِمَامُ العَادِلُ، وَدَعْوَةُ المَظْلُومِ


"Tiga orang yang doanya tidak tertolak: orang yang berpuasa hingga ia berbuka, pemimpin yang adil, dan doa orang yang terzalimi."

(HR. Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)


Hadits ini menunjukkan bahwa selama seseorang masih dalam keadaan berpuasa, terutama menjelang berbuka, ia berada dalam keadaan mustajab. Saat perut kosong dan hati dalam keadaan tunduk kepada Allah, doa yang dipanjatkan lebih ikhlas dan lebih berpeluang dikabulkan.


2. Waktu Mustajab untuk Berdoa Saat Berbuka

Waktu berbuka adalah saat di mana seseorang merasakan kelemahan fisik setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Dalam kondisi ini, seorang hamba lebih merasa butuh kepada Allah, sehingga hatinya lebih khusyuk dalam berdoa.


Allah ﷻ berfirman:


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ


"Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah) bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang berdoa apabila ia berdoa kepada-Ku. Maka hendaklah mereka memenuhi (perintah)-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh petunjuk."

(QS. Al-Baqarah: 186)


Menariknya, ayat ini terletak di antara ayat-ayat yang berbicara tentang puasa Ramadhan. Ini menunjukkan hubungan erat antara puasa dan dikabulkannya doa.


3. Doa Saat Berbuka yang Dianjurkan Rasulullah ﷺ

Ketika berbuka puasa, Rasulullah ﷺ mengajarkan kita untuk membaca doa berikut:


ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ العُرُوقُ وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ


"Telah hilang rasa haus, urat-urat telah basah (dengan makanan/minuman), dan pahala telah tetap, insyaAllah."

(HR. Abu Dawud, Ibnu Majah, dan An-Nasa’i)


Atau doa lain yang juga populer:


اللَّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ


"Ya Allah, kepada-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka."

(HR. Abu Dawud dan Ahmad)


Namun, selain doa-doa ini, kita juga dianjurkan untuk memanjatkan doa pribadi sesuai dengan hajat dan kebutuhan kita.


4. Apa yang Harus Kita Minta Saat Berbuka?

Momen berbuka adalah kesempatan emas untuk meminta apa pun kepada Allah. Berikut beberapa hal yang bisa kita minta dalam doa:


✅ Ampunan dan rahmat Allah – Kita bisa memohon agar semua dosa-dosa kita diampuni dan diberikan rahmat-Nya.

✅ Kesehatan dan keberkahan hidup – Berdoalah agar Allah memberi kesehatan jasmani dan rohani.

✅ Rezeki yang halal dan berkah – Mintalah agar Allah memberikan rezeki yang halal, berkah, dan mencukupkan kebutuhan kita.

✅ Keteguhan iman dan perlindungan dari fitnah dunia – Agar kita tetap istiqamah di jalan kebenaran.

✅ Keselamatan keluarga dan orang-orang yang kita cintai – Mintalah agar mereka selalu dalam lindungan Allah.


5. Hikmah di Balik Mustajabnya Doa Saat Berbuka


Mengapa doa di waktu berbuka begitu istimewa? Ada beberapa hikmah yang bisa kita renungkan:

Puasa melemahkan hawa nafsu, sehingga hati lebih ikhlas – Saat seseorang menahan diri dari makan dan minum, nafsunya melemah dan ia lebih fokus kepada Allah.

Perasaan syukur yang mendalam – Setelah seharian berpuasa, kita merasakan betapa berharganya nikmat Allah, sehingga doa yang dipanjatkan lebih tulus.

Momen kemenangan setelah menahan godaan – Ketika berbuka, seseorang telah menyelesaikan ibadahnya dengan baik. Inilah saat yang tepat untuk memohon kepada Allah sebagai bentuk penghormatan atas kesungguhannya dalam ibadah.


Kesimpulan: Jangan Lewatkan Momen Mustajab Ini!

Berbuka puasa bukan hanya soal menikmati makanan dan minuman setelah seharian menahan lapar, tetapi juga waktu emas untuk berdoa dan meminta segala kebaikan dari Allah. Jangan biarkan momen ini terbuang sia-sia dengan hanya fokus pada makanan. Luangkan beberapa detik sebelum berbuka untuk mengangkat tangan dan memohon kepada Allah.


Tips agar doa lebih mustajab saat berbuka:

✅ Sempatkan berdoa beberapa menit sebelum berbuka, saat perut masih kosong dan hati lebih khusyuk.

✅ Berdoalah dengan penuh keikhlasan dan keyakinan bahwa Allah akan mengabulkannya.

✅ Jangan hanya berdoa untuk diri sendiri, tetapi juga untuk keluarga, umat Islam, dan dunia yang lebih baik.

✅ Istiqamah dalam berdoa – Jangan hanya berdoa saat berbuka, tetapi jadikan ini kebiasaan sepanjang Ramadhan.


Semoga kita semua bisa memanfaatkan waktu berbuka sebagai kesempatan terbaik untuk berdoa dan mendapatkan rahmat serta keberkahan dari Allah ﷻ. Aamiin.








Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...