Skip to main content

Pilgub DKI, moral versus duit

Tidak usah susah tidak usah sedih, susah sedih tak ada gunanya. Karena semuanya akan berjalan sesuai qodarnya. Dan orang Islam harus rido dengan qodar Allah. Disitu kelebihannya jadi orang Islam yang beriman dan ber amal solih. Ketika berhasil dia tidak sombong, karena dia percaya itu dari Allah, bukan karena kemampuannya, bukan karena ilmunya, bukan karena hartanya. Ketika tidak berhasil, dia tidak akan sedih atau susah berlarut larut, karena yakin itu dari Allah. Mungkin memang bukan miliknya, mungkin tidak barokah buat dirinya, bisa saja belum saatnya. Dia tidak dendam, tidak dengki, malah bersyukur, Alhamdulillah. Esok mungkin lebih baik. Dia sadar betul, kalau tidak rido dengan qodar Allah, Allah akan memerintahkan keluarlah dari bumi dan langitku, carilah Tuhan selain aku, lha mau kemana..... Kesyukurannya pada Allah diciptakan sebagai manusia Islam yang beriman dan beramal solih, bahwa dunia ini hanyalah bak permainan belaka, saatnya ditinggal, yang semuanya akan berakhir di keharibaan Allah Swt. Farikum fil jannah farikum fisy syair Karena itu mumpung masih hidup, mumpung ada nafas, tingkatkanlah kepahaman agama anda dengan baik.

Pilgub DKI, moral versus duit, angin panas akan berubah pada saatnya. Belum kampanye digelontorkan tapi melihat ancang ancang ketiga kubu ada gambaran. Jurus moral akan jadi tembakan berat buat Ahok. Sementara cukong cukong dibelakang Ahok, pasti tidak mau bisnisnya terganggu. Duit bukan masalah kubu Ahok tapi tidak bagi Anies-Sandi dan Agus-Murni tentu tak sehebat Ahok. Entah, apakah ketiga kubu memakai segala cara. Ini semuanya masalah dunia. Semua bisa terjadi, AllahuAklam.
Hanya pesan saja dari rakyat bawah utamakan akhlaqulkarimah, budi pekerti yang luhur. Janganlah rakyat di ajarkan keluar jalur semestinya, hanya untuk kepentingan sesaat. Walaupun pembangunan berhasil suasana tidak kondusif, rakyat tidak bisa menikmati hasil pembangunan. Yang ada hanya was-was, ketidak nyamanan di negeri sendiri. Anda ngoyo dengan segala cara tanpa memperhatikan pendidikan moral yang bersusah payah dibina oleh guru, oleh pemuka agama, padahal hasilnya sudah tertentu, siapa yang Allah pilih. Hanya namanya dunia tetap harus cari. Bisa tetap Ahok , bisa juga kubu Anies -Sandi, bukan tak mungkin Agus-Murni . Lagi AllahuAklam. Bedanya nanti kalau orang dengan pendekatan keimanan dalam berusaha, dia kalau berhasil tidak sombong. Wah ini berhasil kan karena perjuangan saya , ilmu saya, uang saya, keahlian saya. Jawabnya tidak. Allah yang sudah menakdirkan semua. Adapun yang kalah kalau berusaha dengan pendekatan keimanan, dia tidak menyalahkan orang lain, dia akan berlapang dada, cepat mengadakan recovery, karena dia paham , ini tidak barokah buat dia. Mudah-mudahan kita mendapatkan pemimpin yang menyejukkan masyarakat tapi pembangunan berjalan sesuai aturan. Tuhan tidak pernah tidur. Selamat berintifada cara beretika

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...