Skip to main content

Pak Presiden Jokowi, menyakitkan, tapi kami tidak takut, rakyat dibelakang anda.

Pak Presiden Jokowi, menyakitkan, tapi kami tidak takut, rakyat dibelakang anda. Banyak amalan yang bisa membawa ke surga, bukan harus membunuh orang, apalagi yang tidak berdosa. Umpama orang itu masih hidup , Allah tidak akan mengampuni dosanya, sebelum orang itu dibunuh juga. Padahal di negeri kita tidak ada hukumnya untuk melakukan qisos. Biarpun umpama tertangkap dihukum penjara 99 tahun , tetap saja urusannya dengan Allah Swt belum selesai. Allah tidak menerima taubat orang tersebut, sampai dia di qisos. Hendak para muslim paham ini, jangan dekat dekat pada amalan yang melanggar hukum agama, karena sekali lagi hukumnya tidak bisa dilaksanakan di negeri sendiri. jangan sampai membunuh orang berdosa atau tidak berdosa, mencuri atau sejenisnya seperti korupsi, jangan! Hati hati dengan kepahaman agama anda, jangan keblinger. Anda harus punya kepahaman agama yang kuat dan dengan cara benar, akhlaqul karimah, mengedepankan kerukunan utamanya dengan sesama warga bangsa sendiri. Hidayah itu, petunjuk itu, urusannya Allah. Kita manusia tidak bisa memaksakan kehendak orang agar dapat hidayah, itu tidak bisa, karena petunjuk atau hidayah haknya Allah. Anda ditugaskan Allah adalah amar makruf nahi mungkar, dengan menyesuaikan dimana anda tinggal. Mereka tidak mau, bukan urusan anda lagi. Kewajiban anda sudah gugur. Urusan dia dengan Allah. Toch kita tak ada yang tau bagaimana akhir hidup kita masing-masing, apakah beriman atau tidak, walau sekarang beriman. Nanti belum tentu.
Oleh karena itu Bapak, jangan ragu, mereka orang yang berdosa, penghianat bangsa bahkan, mereka harus dihukum, musuh Allah juga, sampai mereka betul-betul mau taubatan nasuha, lewat nasihat, amar makruf . Orang yang taubatan nasuha itu akan kelihatan dari peri kehidupannya sehari-hari, dia harus merasa menyesal, tidak mengulangi lagi, dan minta ampun pada Allah sebanyak-banyaknya atas dosa dosanya.
Bahkan amalan yang yang dihukumi mati syahid pun banyak peluang, sudah di tunjukkan Nabi SAW, bukan harus membunuh diri sendiri. Kita ditakdirkan sebagai bangsa Indonesia yang beraneka ragam keyakinan dan etnis. Itu adalah merupakan amanah. Amanah itu harus dilaksanakan apakah terhadap orang beriman ataupun tidak beriman. Maka beribadahlah dengan cara benar, jangan berdasarkan "katanya katanya", agar tidak terpengaruh seperti itu.
Kita berbelasungkawa sebesar besarnya pada saudara -saudara kita dan korban "tragedi Sarinah Thamrin". Kita semua istirja pada Allah sebanyak-banyaknya, semoga musibah ini akan diberi ganti yang lebih baik lagi buat negeri ini. Menjadikan semua warga bangsa dari atas sampai bawah lebih arif lagi dan semoga negeri ini Allah melimpahi rakhmat dan pertolonganNya. Amiin.




Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...