Skip to main content

Pak Jokowi banyak "orang bertopeng" sekeliling anda

Pak Jokowi banyak "orang bertopeng" sekeliling anda, jangan lupa itu. Waspada pada orang " yang bertopeng", jangan sampai sangka jelek pula pada setiap orang, dosa. "Orang bertopeng" ini biasanya punya kepentingan pribadi semata, tidak untuk membangun rakyat atau bangsa. Lempar batu sembunyi tangan, telunjuk lurus kelingking berkait. Nawacita pak Jokowi, hanya dimulutnya, tak paham maksudnya, tak ngerti aplikasinya, baginya yang penting ada duit dan ketenaran.
Lunturnya kepahaman dosa dan pahala, membuat orang membabi buta mengisi kehidupan. Itu arti nya dia tak pernah puas. Termasuk orang yang bertopeng. Bila dibiarkan akan menyusahkan juga. Angan-angan manusia seperti ini baru berakhir di liang kubur. Negeri yang hanya diisi orang yang mengejar perut dan keserakahan , tidak syukur, akan di laknat Allah. Negeri ini tidak akan ditolong Allah. Betul! Revolusi mental semacam itu harus dilakukan. Kebiasaan buruk, kebuasan zaman lalu sudah menyatu dalam tubuh, sehingga tidak tahu lagi perbuatannya salah atau benar; menjadi pejabat pula lagi, akibatnya penjara dimana-mana penuh. Sedikit banyak akibat pembangunan rakyat pintar dan maju sampai kedesa. Sementara "orang bertopeng" tetap dengan kebiasaannya, akibatnya rakyat mentertawakan badut pergajul tak tahu malu. Karena mentalnya harus direvolusi, supaya kenal pahala dan dosa. Rahasia Allah ingin diukur dengan "isi gundulnya". Tidak! Otak dan mata manusia diciptakan hanya mampu untuk melihat "nasi" hijaunya duit". Adapun untuk melihat hal "yang disana",hanya keimanan."Orang bertopeng" tak percaya pada malaikat yang ada dikiri dan kanannya, sehingga pahala dan dosa dibabat jadi satu. "Orang bertopeng" tak percaya kalau Allah tidak pernah tidur. "Orang bertopeng " tidak paham apa itu cobaan, apa itu musibah, akibatnya dia akan sangat menderita; kasihan keluarganya yang tidak terbina dengan baik.
Kelakuan orang zaman dulu, terulang lagi sepanjang zaman sampai sekarang, karenanya kalau punya kepahaman agama tidak kuat, bakal hanyut dan larut; kasihan pemuka bangsa yang berhati bersih dan paham agama yang tak henti hentinya berjuang.
Rakyat harus diajak bersyukur walaupun nikmat itu kecil. syukur pada orang yang memberi nikmat dan syukur pada Allah Swt., kalau tidak mau syukur siksa Allah sangat pedih. Ingat pada Allah hal yang wajib dan selamat, membelakangi Allah adalah laknat
Harus seimbang bapak(!), kebutuhan jasmani dan rohani, kalau mau rakyat sejahtera dan tenteram. Konsep beribadah dengan benar, konsep ketaatan beribadah harus ditemukan, agar negara dapat mendukung dan memfasilitasi. jangan sampai memberi fasilitas yang mubazir tidak terarah. Mudah-mudahan negeri yang indah ini kembali dalam pelukan anak negeri.
 Prilaku manusia dan alam di zaman akhir perlu dicermati dan dipahami, dan dicari dan disiapkan solusinya, untuk keselamatan dan kesejahteraan rakyat, dibidang pangan, papan dan usaha-usaha rakyat. Siapa yang ingin dunia harus dengan ilmunya dan barang siapa ingin akhirat harus dengan ilmunya, dan barang siapa yang ingin keduanya harus dengan ilmunya ( itu alhadist)

Comments

Popular posts from this blog

Tidak ada yang abadi di dunia ini

Tidak ada yang abadi di dunia ini Berbekallah, tidak ada yang abadi di dunia ini. semua akan ada akhirnya. Urusan dunia itu hanya mainan belaka. Ibarat orang berkuda di padang pasir, menemukan naungan dibawah pohon, dia berhenti berteduh. Tidak selamanya dia disitu, dia berteduh hanya sebentar beristirahat dan akan melanjutkan perjalanannya , dan segera pergi.Demikian naungan itu, gambaran dunia "yang kita singgahi"  yang kita hidup didalamnya, hanya sebentar. "innaa ja'alnaa maa 'alaa al-ardhi ziinatan lahaa linabluwahum ayyuhum ahsanu 'amalaan" ( Q 18:7) "Sesungguhnya kami (Allah) menjadikan segala apa di bumi hanya sebagai hiasan , untuk mengetahui manakah diantara kalian yang baik amalannya.". Jadi manusia jangan salah faham, untuk apa dia terlahir jadi manusia. Diayat yang lain ( banyak ), Allah berfirman, "sabbaha lillaahi maa fii alssamaawaati wamaa fii al-ardhi wahuwa al'aziizu alhakiimu ( Q 61 :1 ) ...

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati

Ketika Raga Mulai Melemah: Ikhtiar, Doa, dan Kesabaran yang Menenangkan Hati Seiring bertambahnya usia, banyak dari kita mulai merasakan perubahan pada raga. Tubuh yang dahulu terasa ringan, kini mudah lelah. Gerak tidak lagi seluwes dulu, dan waktu istirahat pun terasa berbeda. Pada saat seperti inilah hati sering diuji: antara menerima dengan lapang, atau mengeluh dalam diam. Minyak Urut Dayak Kalimantan Pada fase usia tertentu, melemahnya raga sering hadir bersama keluhan-keluhan kecil yang terasa nyata. Ada yang merasakan lutut nyeri ketika berdiri terlalu lama, kaki mudah kram di malam hari, atau badan terasa kaku saat bangun tidur. Keluhan seperti ini tidak selalu berat, namun cukup untuk menguji kesabaran dan ketenangan hati, terutama ketika datang berulang-ulang. Sebagian orang bertanya dalam batin, “Apakah ini pertanda Allah tidak lagi memberi kekuatan?” Padahal, Al-Qur’an justru menjelaskan bahwa keadaan seperti ini adalah bagian dari sunnatullah. Allah Ta‘ala berfirman: اللّ...

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi?

"Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Semakin tua dunia ini semakin hijau royo royo, menjadikan orang terus mempersungguh mencari dunia. Sementara akhlaq dan agama makin jauh ditinggalkan padahal, "Fa aina tadzhabun", Maka mau kemana engkau pergi? Kemajuan teknologi mengiringi gemerlapnya dunia. Mengiyakan semua kehendak manusia. Orang dibuat bangga dengan barang baru. Dulu orang bepergian naik onta atau naik kuda, sekarang orang bepergian pakai mobil dari mobil mewah, kapal pesiar mewah, jet mewah dan semua tersedia dengan dilengkapi kemudahan dan kenyaman.Gilanya zaman paham maunya manusia. Sampai manusia terjun bebas didalamnya. Begitu juga dengan tempat tinggal, tidak cukup satu, sekarang orang punya rumah rumah mewah, untuk tempat tinggal, untuk istirahat, untuk bersenang senang dari rumah biasa sampai rumah bak istana yang gemerlapan yang assesorisnya aduhai membuat orang berdecak. Sarana prasarana juga ter...